Perkenalkan nama saya Kirman, saya adalah pemilik blog SebelumSesudah.com. Jika Anda mengira yang punya blog ini adalah seorang wanita dengan tubuh langsing dan seksi, Anda salah! Yang punya saya, seorang pria dengan tubuh yang semok.

Mengapa saya melakukannya?

Saya mulai gemuk ketika kelas 6 SD, jadi sepanjang saya dapat mengingat dengan baik, saya sudah gemuk. Karena itulah mungkin saya nyaman-nyaman saja dengan badan montok saya. Bahkan, ketika orang berkata nanti akan turun sendiri kalau kuliah, hal itu tidak terbukti. Saya masuk kuliah dengan berat 75 kg dan menyelesaikan kuliah dengan berat sekitar 85 kg. Surplus 10 kg dalam waktu 6 tahun.

Menginjakkan kaki di Jakarta dan mulai bekerja dari tahun 2004. Dalam kurun waktu hampir 10 tahun berat saya pernah mencapai rekor 102 kg. Ketika saya menjalankan #tantangan21hari, berat saya 97 kg dengan lingkar perut 107 cm. Angka yang cukup jauh dari ideal.

Sampai beberapa tahun yang lalu, saya tidak pernah berusaha menurunkan berat badan. Hingga akhirnya berbagai masalah kesehatan mulai menghampiri. Ditambah lagi ucapan seorang kawan yang selalu saya ingat, “Anak-anak masih kecil Bro, kita harus jaga kesehatan”. Kebetulan kami memang memiliki anak-anak yang sama-sama masih kecil.

Suatu waktu 2 tahun yang lalu, saya ikut medical checkup rutin di kantor dan hasilnya sungguh membuat tercengang. Kolesterol total dan LDL melebihi batas normal, gula darah puasa meningkat meskipun 2 jam setelah makan normal, dan tekanan darah masuk kategori pra hipertensi. Pantas saja akhir-akhir ini sering sakit kepala.

Belum lagi masalah kelincahan yang agak menurun. Pernah suatu saat, ketika loncat di peron KRL saya mengalami salah urat. Sampai harus menjalani MRI tulang belakang, untungnya tidak ada syaraf kejepit. Ditambah mondar-mandir ke dokter spesialis jantung karena kekhawatiran akibat nyeri di dada yang kadang-kadang muncul. Mulai dari EKG, ECG, Treadmill, hingga CT Scan pernah saya jalani hanya untuk menghapus kekhawatiran saya tersebut.

Bagaimana saya melakukannya?

Pada suatu hari, tepatnya 23 September 2014 saya berniat membentuk suatu gaya hidup yang sehat dengan pola makan yang teratur dan terukur ditambah dengan olahraga paling tidak jogging minimal 45 menit setiap pagi. Dan saya langsung memulai keesokan harinya.

Tapi, mengapa perlu 3 minggu atau 21 hari?

Karena menurut penelitian para ahli, ditemukan bahwa diperlukan paling tidak 21 hari untuk mengubah sebuah kebiasaan. Dalam hal ini, dari kebiasaan makan yang kurang sehat menjadi lebih sehat. Dengan kebiasaan yang baru, harapan saya tidak hanya berhasil merampingkan perut dan lebih sehat tapi juga mempertahankannya.

Banyak program diet yang berhasil dalam waktu singkat menghilangkan lemak perut dan menurunkan berat badan, tapi kemudian naik lagi. Bahkan mungkin naiknya lebih banyak dari yang berhasil dipangkas. Terjadilah yang kemudian dikenal dengan diet yoyo, atau berat badan naik turun yang justru lebih berbahaya bagi kesehatan.

Nah, dengan membentuk suatu kebiasaan baru dalam 3 minggu, mudah-mudahan penurunan berat badan saya bisa stabil dan lemak perutnya tidak balik lagi. Bahkan, nantinya bisa mencapai ukuran yang ideal jika kebiasaan baik tersebut saya jalankan terus.

Apakah saya berhasil?

Alhamdulillah, saya berhasil.

Memang awalnya berat. Bagaimana meninggalkan gorengan yang begitu menggoda, menghindari nasi putih, menakar porsi makan, menghindari cemilan, dan harus bangun lebih pagi untuk olahraga. Tapi, saya berhasil menjalaninya hingga 21 hari.

Berikut ini buktinya…

#tantangan21hari

Selama 21 hari, saya berhasil menurunkan berat badan dari 97 kg menjadi 90 kg atau turun 7 kg. Sedangkan lingkar perut dari 107 cm menjadi 101 cm, atau berkurang 6 cm.

Ingin tahu apa yang saya lakukan?

Jika Anda pernah merasakan keluhan kesehatan yang sama dengan saya. Atau mungkin Anda tidak ingin lagi kesulitan mencari ukuran celana yang pas, tidak ingin lagi dipanggil “Om Gendut” oleh anak-anak tetangga. Atau mungkin sudah tidak nyaman dengan sapaan “Wah, Anda tambah makmur aja keliatannya“, sambil melirik perut.

Hanya buat Anda yang benar-benar serius ingin tahu dan praktek, saya telah menyusun sebuah ebook “kisah sukses menurunkan berat badan“. Gaya benar ya… hehehe.

Bukan hanya apa yang saya lakukan dalam 21 hari, tapi juga membahas :

  • 3 hal yang diperlukan untuk bisa sukses dalam usaha menurunkan berat badan.
  • Cara menjaga motivasi agar dapat konsisten melakukan usaha menurunkan berat badan.
  • Cara menetapkan target yang masuk akal dan dapat tercapai.
  • Rencana tindakan yang dapat mewujudkan impian penurunan berat badan Anda.
  • Tool gratis yang dapat Anda download di smartphone Anda untuk membantu monitoring.
  • Evaluasi mingguan untuk membantu Anda tetap berada di jalur yang benar.

Bagi pembaca SebelumSesudah.com, Anda bisa mendapatkan semua yang saya tulis di atas secara GRATIS!!!.

Masukkan nama dan alamat email Anda, kemudian klik kirimi saya ebooknya di form berikut ini jika Anda serius ingin mendapatkannya.

Tunggu apa lagi, segera miliki ebooknya dan praktekkan #tantangan21hari untuk program penurunan berat badan Anda.

Khusus buat Anda yang konsisten dan berhasil menyelesaikannya, jika berkenan, perjuangan Anda selama 21 hari akan saya tulis dalam blog ini. Mudah-mudahan cerita saya dan Anda bisa menjadi sumber inspirasi bagi yang lain.

Semoga sukses mencapai berat ideal impian Anda!

*Ucapan yang sama buat saya… hehehe

Salam sukses untuk Anda,

Kirman
Founder SebelumSesudah.com

Anda dapat menghubungi saya melalui :
SMS/WA : 0899 4356 884
atau melalui hubungi kami

Artikel Terkait:

3 Langkah Dasar untuk Membantu Mencegah Obesitas p... Obesitas atau kegemukan adalah masalah kesehatan dunia yang saat ini berkembang pesat dan harus diatasi dalam rangka meningkatkan tingkat kesehatan. T...
Ternyata, Teh Hijau Tidak Hanya Ampuh Menurunkan B... Menikmati teh setiap pagi sudah menjadi tradisi atau kebiasaan orang-orang sekitar kita. Termasuk didalamnya teh hijau. Banyak yang tidak tahu akan kh...
Diet DASH, Menurunkan Berat Badan dan Menormalkan ... Salah satu masalah yang sering dialami oleh seseorang dengan kelebihan berat badan atau semok seperti saya adalah tekanan darah tinggi alias hipertens...